Shopping cart:
Jumlah = pcs
Keranjang
085655052880
322E97C4
Customer service 1
Customer service 1

BIO SYAFA

SELAYANG PANDANG BIO SYAFA

 

Latar Belakang

Tuhan menciptakan alam semesta beserta seluruh isinya dengan berbagai macam dan bentuk, serta berbagai fungsi dan tugasnya, baik yang tampak maupun tidak tampak, dari yang sangat kecil sampai yang sangat besar, berbagai sinar yang beraneka gelombangnya, hewan tidak bersel maupun bersel satu; kesemuanya  di maksudkan untuk kesejahteraan umat ciptaanNya di muka bumi yaitu manusia. Tidak ada satupun ciptaan Tuhan yang bertujuan untuk menyakiti umatNya, manusia. Hanya karena ketidaktahuannya, manusia belum mampu memanfaatkan berbagai ciptaan Tuhan untuk kemaslahatannya sendiri.

Dari berbagai macam mahluk ciptaanNya tersebut, terdapat Enzim dengan berbagai macam bentuk. Namun sering, supaya sehat manusia harus menjauhi bahkan membunuh bakteri. Faktanya dari segi jumlah, banyaknya manusia tidaklah sebanding dengan jumlah bakteri, karena dalam tubuh seorang manusia terdapat sekitar 100 triliun Enzim dengan berbagai macam jenisnya. Dimana Enzim tersebar di seluruh organ tubuh manusia terutama disepanjang saluran pencernaan, dimulai dari mulut, lambung, usus besar, usus 12 jari, usus halus sampai anus. Pada perempuan, Enzim juga berada pada uterus (kandungan) dan vagina. Bakteri-Enzim tersebut produktif dan bermanfaat membantu proses menyehatkan tubuh. Sehingga tidak mungkin manusia mengalahkan bakteri. Dari jumlah Enzim yang ada pada tubuh manusia, diperkiraan jumlah antara Enzim yang bermanfaat dan Enzim yang membahayakan seimbang. Oleh sebab itu, bila kita mengenal, mengakrabi, menghormati bakteri, maka mereka bisa bermanfaat bagi kesehatan manusia. Salah satu buktinya bahwa sebagian makanan yang dikonsumsi manusia dalam prosesnya memerlukan Enzim untuk dapat dicerna dan diserap oleh tubuh manusia. Sedangkan produk makanan yang membutuhkan Enzim dalam proses pembuatannya antara lain yoghurt, mentega, acar, tapai, terasi, sosis, asinan serta produk makanan lainnya. Demikian pula tumbuhan yang dikonsumsi manusia, bisa subur karena Enzim pengurai yang ada dalam tanah; ikan di tambak maupun di sungai bisa tumbuh besar karena memakan bakteri; sampah maupun kotoran bisa hancur menyatu dalam tanah karena Enzim pengurai.

Selain itu, Tuhan sengaja menciptakan segala sesuatunya serba berpasangan. Demikian pula dengan sifat bakteri. Ada Enzim aerob (membutuhkan O2) ada Enzim anaerob (tidak membutuhkan O2, bahkan membuang O2), dan mereka saling membutuhkan, ada Enzim produktif dan Enzim berbahaya namun saling bersinergi. Manakala Enzim tersebut berada ditempat asalnya dalam suasana habitatnya maka akan berfungsi membantu menyehatkan organ tubuh manusia serta bisa menyembuhkan barbagai macam penyakit. Bahwa dengan memperlakukan dan mengembalikan flora Enzim pada suasana yang semestinya, banyak macam dan jenis penyakit yang bisa disembuhkan. Penyakit yang dianggap belum bisa sembuh, karena belum ditemukan obatnya, bisa disembuhkan, berkurang sakitnya bahkan sembuh total, seperti penyakit Flu Burung, HIV/AIDS, Hepatitis, Kanker, Tumor, Stroke, Ginjal serta penyakit lainnya termasuk kasus autis. Bahkan Enzim bisa pula membantu meningkatkan kecerdasan otak. Hal ini bisa terjadi karena bakteri-Enzim tersebut bisa membantu penyerapan gizi dan O2 secara maksimal sehingga terbentuk volume O2 yang sangat maksimal di otak. Bila anak di bawah 10 tahun diberikan secara rutin formula ini selama 5 tahun (dengan dosis pencegahan) akan meningkatkan IQ anak tersebut di atas 140 (IQ super).

Hal tersebut mengantarkan Bapak Sukardi mendalami ilmu tentang Enzim selain juga didorong oleh kenyataan bahwa putri sulung beliau terkena hydrocephallus, ibu beliau terkena kanker kelenjar getah bening hingga meninggal dunia, serta diketahui kemudian hari istri beliau terkena Toksoplasma. Beliau  menyelesaikan gelar S1 Teknik Elektro di Indonesia. Karena di dorong oleh keinginan mencari penyebab dan obat penyakit bagi anak, ibu dan istri, beliau beralih mempelajari Ilmu Mikro Bakteriologi di Jepang. Dimana untuk masuk pada jurusan Mikro Bakteriologi disyaratkan minimum IQ 160, sedangkan beliau memiliki IQ 169. Dan pada umumnya untuk menjadi Ahli Mikro Bakteriologi dari S1, S2, S3 idealnya diperlukan waktu 15 hingga 20 tahun, namun beliau bisa menempuh studi dari S1 hingga bergelar Professor selama 8 tahun.

Dengan ilmu yang dimiliki, beliau bereksperimen melakukan penelitian mengenai mikro Enzim di beberapa negara di Asia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan, hingga menemukan varian formula dengan berbagai generasi Enzim yang bisa dimanfaatkan untuk tumbuhan (pupuk), hewan dan bahkan untuk manusia. Varian formula yang diperuntukkan kesehatan manusia dikenal dengan bioto 10 (generasi 10), bioto 12 (generasi 12) dan bioto 14 (generasi 14). Formula tersebut dipercayakan kepada sebuah tim yang kemudian dikemas dan diberi label BIO SYAFA.

Pengiriman

Ratings

Print & Download Katalog

Rekening Bank

Sugiharto, S.Pd No. Rek. MANDIRI 140-00-1090987-8
Sugiharto, No. Rek. BNI 0046507450
Sugiharto, S.Pd No. Rek. BRI 0109-01-028687-50
085655052880

Pin BB : 322E97C4

Customer service 1